Friday, 15 December 2017

Pentingnya Vulnerability Assessment Untuk Keamanan System Informasi

Pentingnya Vulnerability Assessment Untuk Keamanan System Informasi
Asep Ramdan, Dede Sukmawan, Saepul Rahman

Jurusan Teknik Informatika
Sekolah Tinggi Teknologi Nusa Putra

Jl. Raya Cibolang No. 21, Cibolang Kaler, Cisaat, Sukabumi, Jawa Barat 43152

Abstrac
Informasi merupakan sumber pengetahuan sehingga sangat di butuh setiap orang agar tidak tertinggal dari yang lainnya, dengan informasi yang benar dan tepat kita dapat mengambil sebuah keputusan atau solisi yang tepat pula. Informasi bisa di dapat dari berbagai media atau sarana penyaji informasi seperti Koran, tv, majalah, website dan lainya. Namun tidak setiap informasi dapat di akses, ada beberapa informasi yang sipatnya rahasia atau pribadi yang hanya dapat di akses oleh sebagian orang, oleh karena itu sangat penting menjaga kerasiannya. Website yang merupakan salah satu penyaji informasi terbesar dan paling banyak di akses pada saat ini sangat mementingkang keamana systemnya agar tidar terjadi kebocoran data, oleh karena itu sangat penting untuk mengetahui setiap kelemahan systemnya tersebut. VA adalah salah satu cara pengukuran terhadap keamanan system tersebut, dengan VA kita bisa dengan cepat mengetahui kelemahan pada system tersebut sehingga bisa dengan cepat melalukan antisipasinya.
Kata kunci : System, Keamanan,VA


I.     PENDAHULUAN
Pada era globalisasi saat ini, informasi merupakan hal yang sangat mudah untuk di dapatkan baik nasional maupun internasional. Informasi adalah suatu hal yang penting di era modern ini. Tidak hanya itu informasi sekarang sudah menjadi hal yang wajib bagi setiap orang agar tidak dibilang ketinggalan zaman dan pada saat kita dapat dengan mudah untuk mendapatkan informasi informasi lama atau terbaru dari berbagai sumber. Contoh sebagai salah satu sarana informasi yang paling sering digunakan pada saat ini adalah website. Kita bisa mendapatkan berbagai macam informasi penting dari sebuah website, namun ada juga batasan tertentu agar informasi penting tidak tersebar luaskan secara sembarang oleh karena itu sebuah website yang memiliki informasi penting pasti akan mengutamakan keamanan system mereka guna untuk menjaga informasi penting agar tidak terjadi kebocoran informasi, biasanya informasi ini hanya bisa di akses oleh sebagian orang saja seperti website sekolah (pendidikan) dan website sebuah perusahaan.
Keamanan sistem informasi adalah bagaimana kita dapat mencegah penipuan (cheating) atau, paling tidak, mendeteksi adanya penipuan di sebuah sistem yang berbasis informasi, dimana informasinya sendiri tidak memiliki arti fisik. Vulnerabiliity Assessment atau sering di sebut VA adalah salah satu cara pengukuran terhadap keamanan sistem.VA merupakan salah satu bagian pengendalian preventif dalam keseluruhan rangkaian pengendalian TI, disamping berbagai metode pengendalian terhadap keamanan yang lain seperti detektif dengan IDS (Intrusion Detection System), atau preventif dengan firewall dan antivirus. VA diharapkan dapat menjadi acuan bagaimana seharusnya pengawasan dan pengendalian akan keamanan informasi dalam perusahaan atau pendidikan.

II.  LANDASANTEORI
A.     Informasi
Informasi adalah pesan (ucapan atau ekspresi) atau kumpulan pesan yang terdiri dari order sekuens dari simbol, atau makna yang dapat ditafsirkan dari pesan atau kumpulan pesan yang meliputi informasi tentang bencana, perusahaan, pendidikan dan informasi penting lainnya atau Informasi juga merupakan suatu keterangan atau bahan nyata yang dapat dijadikan dasar kajian analisis, kesimpulan atau Informasi adalah data yang sudah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi pengguna sehingga bermanfaat dalam pengambilan keputusan saat ini atau mendukung sumber informasi. Sedangkan Menurut Gordon B. Davis, informasi adalah data yang telah diolah menjadi suatu bentuk yang penting bagi si penerima dan mempunyai nilai yang nyata yang dapat dirasakan dalam keputusan-keputusan yang sekarang atau keputusan-keputusan yang akan datang. Lalu mengapa informasi bisa menjadi sangat penting ?
Seperti yang sudah kita ketahui bahwa informasi pada saat ini merupakan suatu kebutuhan, hal ini karena informasi memiliki beberapa manfaat seperti :
ü  Dapat menjadi pertimbangan atau tolak ukur dalam mengambil sebuah keputusan yang lebih baik.
ü  Dapat mengetahui keadaan atau situasi dilingkungan sekitar karna adanya informasi dari orang lain atau media informasi tertentu.
ü  Dapat mengetahui disaat kita tidak tahu, karna adanya sebuah informasi ( menambah pengetahuan) sehingga kita tidak tertinggal.
ü  Dapat meningkatkan kualitas hidup karena dengan informasi kita dapat melakukan sesuatu lebih baik.
B.     Keamanan System Informasi

Apa itu keamanan system informasi ? yaitu adanya suatu pencegahan dari virus, hacker, cracker, dan lain-lain. Ada resiko yang terjadi pada sistem tersebut. Menurut pengertian Para Ahli:
Menurut G. J. Simons, keamanan informasi adalah bagaimana kita dapat mencegah penipuan (cheating) atau, paling tidak, mendeteksi adanya penipuan di sebuah sistem yang berbasis informasi, dimana informasinya sendiri tidak memiliki arti fisik.
Dari pnjelasan tentang sistem keamanan saya akan menjelaskan 2 masalah utama, yaitu:
1. Threat (ancaman) atas sistem, dan
2. Vulnerability (kelemahan) atas sistem
Masalah tersebut berdampak kepada 6 hal yang utama dalam sistem informasi, yaitu:
ü  Efektifitas
ü  Efesiensi
ü  Kerahasiaan
ü  Integritas
ü  Keberadaan (availability)
ü  Kepatuhan (compliance)
ü  Keandalan (reability)
Adapun kriteria yang perlu diperhatikan dalam masalah keamanan sisterm informasi membutuhkan 10 domain keamanan yang perlu diperhatikan yaitu:
ü  Akses kontrol sistem yang digunakan.
ü  Telekomunikasi dan jaringan yang dipakai.
ü  Manajemen praktis yang di pakai.
ü  Pengembangan sistem aplikasi yang digunakan.
ü  Cryptographs yang diterapkan.
ü  Arsitektur dari sistem informasi yang diterapkan.
ü  Pengoperasian yang ada.
ü  Busineess Continuity Plan (BCP) dan Disaster Recovery Plan (DRP).
ü  Kebutuhan Hukum, bentuk investasigasi dan kode etik yang diterapkan.
ü  Tata letak fisik dari sistem yang ada.

C.    Vulnerability Assesments
Pengertian vulnerability pada dunia komputer adalah suatu kelemahan program/ infrastruktur yang memungkinkan terjadinya exploitasi sistem. kerentanan (vulnerability) ini terjadi akibat kesalahan dalam membuat, mengimplementasikan, merancang sebuah sistem.
Vulnerability akan digunakan oleh hacker sebagai jalan untuk masuk kedalam sistem secara ilegal. Hacker biasanya akan membuat Exploit yang desesuaikan dengan vulnerability yang telah ditemukan nya. Setiap aplikasi (service,desktop,web base) pasti memiliki celah atau vulnerability, hanya saja belum ketauan, lambat laun akan ditemukan juga oleh hacker.,Tidak semua hacker jahat ,jika celah keamanan ditemukan oleh hacker jahat (Black Hat) kemungkinan akan digunakan untuk meng exploit system untuk dia gunakan sendiri, atau exploit tersebut akan dilelang di “deep web” dan dijual nya ke penawar tertinggi. tapi jika ditemukan oleh hacker baik (white hat) biasnaya dia akan melaporkan celah keamanan tersebut ke developer aplikasi tesebut agar diperbaiki. untuk perusahaan ternama seperti facebook, google, microsoft dll, mereka akan memberi imbalan yang lumayan besar untuk penemu bug /vulnerabillity didalam sistem nya.
Kenapa Vulnerability (Celah Keamanan)bisa terjadi :
Buatan manusia tidak ada yang sempurna, vulnerability/ bug terjadi ketika developer melakukan kesalahan logika koding atau menerapkan validasi yang tidak sempurna sehingga aplikasi yang dibuatnya mempunyai celah yang memungkinkan user atau metode dari luar sistem bisa dimasukan kedalam program nya. Dimana Vulnerability (Celah keamanan)bisa terjadi?
Vulnerability yang sering diexploitasi pada umumnya berada di level software, karena exploitasi dapat dilakukan dengan remot dari jarak jauh yang menjadi target favorit hacker.(ya jelas kalo gak remot/didatengin d utak atik pasti si hacker bakal digebukin :v), karena jenis tingkatan software bermacam-macam berikut beberapa bug/ vulnerabilyti yang biasa ditemui dan diexploitasi.

  1. Firmware (Hardcoded software)
Apa itu firmware? Firmware adalah software/mini operating system yang tertanam langsung (hardcode) kedalam chip pada perangkat tertentu seperti: Router ,kamera,scanner,printer,handphone,mouse/keyboard tertentu dan lain lain,dengan tujuan agar memudahkan upgrade kompatibility perangkat atau penambahan fitur. Biasanya perangkat dengan firmware tidak memiliki sistem operasi karena jumlah memory yang kecil. vulnerability di level firmware akan sangaat berbahaya jika terjadi padaperangkat seperti router. Karena hacker akan menggunakan celah/kelemahan yang ada untuk membobol router dan memodifikasinya.
Vendor tiap perangkat seperti router atau wireless radio(AP) akan menyediakan pembaruan /update untuk perangkatnya. jadi rajin rajinlah untuk ngecek official site yang bertujuan mendownload pembaruan /update.

  1. Operating system /Sistem Operasi
Sistem operasi se aman apapun (Linux /Mac)  tetap mempunyai celah keamanan, tinggal menunggu waktu saja untnuk ditemukan.usahakan mengaktifkan fitur automatic update agar operating sistem selalu melakukan pembaruan /update ketika update tersedia.
  1. Aplikasi (Software)
Aplikasi yang kita install di komputer bisa menjadi jalan masuk hacker atau senjata hacker (malware) ke komputer kita. aplikasi yang kita jadikan prioritas utama untuk update adalah aplikasi yang bersentuhan langsung dengan internet seperti browser, document reader, downlaod manager. hal ini untuk mencegah exploitasi terhadap program tersebut ketika kita gunakan untuk mencari informasi di internet. itung-itung mencari informasi malah malware yang kita dapat.
  1. Brainware (Operator komputer)
Setiap sistem computer pasti ada operator /orang yang memanfaatkan sistem untuk bekerja. walau semua sistem telah dirancang seaman mungkin tetapi pengetahuan setiap orang berbeda-beda. ketidak tahuan atau kepolosan sang operator inilah yang bisa dimanfaatkan hacker untuk mendapatkan akun /informasi yang dia pegang. dengan tehnik social engineering  seorang operator bisa ditipu dan menyerahkan akun dan informasi penting ke hacker tanpa dia sadari . secanggih apapun sistem di dunia ini pasti mememiliki kelemahan (vulnerability) di sisi brainware.
  1. Vulnerability (Celah keamanan) pada aplikasi web
Jika kamu mempunyai website, hati-hati terhadap exploitasi yang akan mungkin terjadi terhadap website mu. exploitasi ini akan sangat beragam bergantung pada bahasa pemrograman yang dipakai,web server ,library dan database yang dipakai. Karena aplikasi web/website terdiri dari banyak komponen, maka aplikasi web mempunyai banyak sisi untuk diserang, web service bisa diserang dengan DDOS / exploitasi yang lain, php library bisa diserang juga , dan aplikasi website itu sendiri bisa diserang , sehingga aplikasi web membutuhkana extra proteksi untuk menjaga agar website aman dari tangan-tangan jahil.
Untuk masalah keamanan web service ,php library atau library yang lain biasnaya  menjadi tanggung jawab penyedia hosting. aplikasi web yang kita taruh di hosting bisa menjadi jalan masuk hacker jika aplikasi web yang kita gunakan memiliki celah keamanan (vulnerability). katakanlah kamu memasang wordpress sebagai CMS untuk menangani blog kamu, wordpress CMS ini memiliki banyak komponen terpisah seperti plugin dan module , vulnerability bisa berada di aplikasi utama CMS itu sendiri atau berada di plugin atau theme yang kita gunakan.  oleh sebab itu rajin-rajinlah mengupdate CMS yang kamu gunakan.

III.             PEMBAHASAN
A.    Acunetix
Acunetix adalah software untuk mendeteksi suatu celah kerentanan situs, Perusahaan Acunetix baru-baru ini telah merilis versinya yang ke 8, dan telah ditingkatkan sehingga membuatnya lebih cepat dan lebih baik. 
Fitur-fitur baru termasuk Scan Engine baru yang dapat mendeteksi celah kerentanan atau vulnerability, meningkatkan dukungan aplikasi web 2.0 dan penanganan manajemen sesi, kemampuan untuk menelusuri ulang kerentanan khusus untuk memverifikasi perbaikan, Fake Positive dan Fake Negative, dan yang terakhir kemungkinan bug website saat memindai, dan banyak lagi.
B.     Pelaksanaan VA
Dalam melakukan VA kita bisa mengkombinasikan lebih dari satu alat / software untuk melihat kelemahan (vulnerability) atau bug yang ada pada system. Ketika memulai scan baru, kita harus menentukan pilihan situs atau website yang mana yang akan discan, contoh diantaranya: situs web tunggal, daftar situs, berbagai komputer, ( alamat IP ) dan scan situs “Crawling " dengan Crawler Site
Kemudian kita  tentukan mode scan crawling dan opsi scan, dan konfigurasilah rincian login untuk perlindungan password dari situs target :

Saat proses scan, sobat tunggu beberapa saat saja Port Scanner dan Target Finder memungkinkan sobat untuk menemukan webserver dalam kisaran alamat IP dan untuk mendeteksi port yang terbuka.
Scanner Subdomain mengidentifikasi subdomain aktif, dan Blind SQL Injector ekstrak data dari server web untuk analisis lebih lanjut jika kerentanan SQL injection yang dieksploitasi telah terdeteksi. 
HTTP Editor dan HTTP Fuzzer juga menu yang sangat berguna yang memungkinkan sobat untuk menulis permintaan HTML custom dan mengetes terhadap situs dalam rangka untuk debugging dengan bantuan respon HTTP, dan membuang berbagai data fuzzing pada aplikasi web. Fuzzer HTTP, sobat bisa membuat aturan opsi.


C.    Kesimpulan
Informasi pada saat ini merupakan suatu kebutuhan bagi setiap orang agar tidak tertinggal, dengan memiliki informasi yang tepat dan akurat kita bisa mengambil keputusan yang lebih. Informasi pada saat ini bisa di dapat dari berbagai media dan yang paling sering di gunakan adalah website. Namun tidak setiap informasi bisa di akses oleh setiap orang ada beberapa informasi yang bersifat rahasia / privat. Oleh karena itu maka kita perlu menjamin keamanan system informasi tersebut agar tidak bocor kesembarang orang.
Dengan metode VA kita dapat dengan mudah mengetahui kelemahan (vulnerability) pada system keamanan informasi tersebut, sehingga kita dapat lebih cepat mengantisipasi kebocoran informasi.


D.    Daftar Pustaka

Thursday, 14 December 2017

Contoh soal sistem keamanan jaringan beserta jawaban


SOAL QUIZ Sistem dan Keamanan Jaringan
Jawablah Pertanyaan di Bawah ini dengan rinci dan benar

1.      Jelaskan perbedaan Indentification, authentication dan authorization ?

                Jawab :  
a.       Indentification,adalah proses pemberian indentitas ke sistem pengendali akses, dimana user yang login menginput data berupa login user dan login password.
b.      Authentification, yaitu Meyakinkan keaslian data, sumber data, orang yang mengakses data, server  yang digunakan: what you have (identity card) ,what you know (password, PIN) , what you are (biometric identity)
c.       Authorization, merupakan suatu proses untuk memberikan izin kepada seseorang untuk melakukan atau memberikan sesuatu. Hal ini berarti untuk membuat seseorang dapat mengakses sesuatu, orang tersebut harus terlebih dahulu diotentifikasi. Dengan kata lain otentifikasi dikerjakan terlebih dahulu sebelum otorisasi. Sebenarnya otentifikasi dari suatu entiti atau identitas, tidak selalu diperlukan dalam otorisasi, jika otorisasi dapat divalidasi dengan cara lain.

2.      Jelaskan gambar di bawah ini.

Jawab :
a.    Vulnerability (kerentanan) yaitu kelemahan dalam mekanisme yang dapat mengancam kerahasiaan, integritas atau ketersediaan aset.
b.    Threat  (ancaman) yaitu seseorang mengungkap kerentanan dan memanfaatkannya.
c.    Risk  (risiko) yaitu probabilitas ancaman menjadi nyata dan sesuai potensi kerusakan.
d.   Exposure (paparan) yaitu ketika agen ancaman mengeksploitasi kerentanan.
e.    Countermeasure (tindakan balasan) yaitu sebuah kontrol dilakukan untuk mengurangi potensi kerugian.
               Kelemahan keamanan pada satu mekanisme sistem dapat mengancam kerahasiaan, integritas atau availabilitas dari suatu program data. Seseorang akan mengekploitasi kerentanan untuk mengungkap kelemahan dan memanfaatkannya. Probabilitas ancaman menjadi nyata dansesuai potensi kerusakan. Ancaman yang terjadi bisa merusak aset dan menimbulkan kerugian. Ketika satu agen ancaman memanfaatkan kelemahan sistem maka perlu ada tindakan balasan sebagai antisipasi keamanan. Sebuah kontrol harus dilakukan untuk mengurangi resiko ancaman dan potensi kerugian.

3.      Jelaskan apa perbedaan Policy (kebijakan) dengan prosedur ?

              Jawab :
a.         Policyatau kebijakan keamanan adalah wujud nyata dari pernyataan dan visi manajemen keamanan yang menjadi elemen dasar bagi penerapan kebijakan keamanan yang didokumenkan. Kebijakan memberikan arahan yang jelas untuk upaya taktis dan administrasi. Anatomi kebijakan keamanan meliputi pembahasan tentang pernyataan misi, unsur keamanan organisasi, isu spesifik elemen kebijakan yang menargetkan bidang yang menjadi perhatian dan system spesifik elemen kebijakan.
b.         Prosedurmerupakan langkah-langkah detail yang perlu diikuti untuk melaksanakan tugas-tugas menjalankan kebijakan/policy. Tujuan dari prosedur adalah menyediakan langkah detail yang dilakukan oleh setiap orang dalam mengimplementasikan kebijakan atau policy, standar, dan panduan yang telah dibuat sebelumnya.
 Dengan demikian kebijakan (policy) keamanan mendefinisikan tujuan, standar, landasan dan pedoman yang memberikan metode yang akan digunakan untuk mencapai tujuan. Sedangkan prosedur mentransforamsi kebijakan (policy) menjadi tugas - tugas yang ditindak lanjuti, memberikan langkah demi langkah untuk memastikan bahwa organisasi tetap sesuai dengan kebijakan keamanan.

4.      Jelaskan apa yang dimaksud dengan CIA (Confidentiality, Integrity, Availability) dan sebutkan jenis ancaman yang dapat mengganggu CIA ?

Jawab :

a.       Confidentiality adalah informasi dan data pada sistem komputer terjamin kerahasiaannya, hanya dapat diakses oleh pihak-pihak yang diotorisasi, keutuhan serta konsistensi data pada system tersebut tetap terjaga.
b.      Integrity adalah menjamin konsistensi dan menjamin data tersebut sesuai dengan aslinya. Bahwa data tidak boleh diubah (modified) oleh pihak yang tidak berhak.
c.       Availability adalah menjamin pengguna yang sah untuk selalu dapat mengakses informasi dan sumber daya yang diotorisasi. Untuk memastikan bahwa orang-orang yang memang berhak untuk mengakses informasi yang memang menjadi haknya.
d.      Jenis Ancaman pada CIA
Confidentiality
Integrity
Availability
Penyadapan atas data, dengan cara teknis: sniffing /logger, virus maupun non teknis dengan social engineering. Virus juga dapat merusak data dan menyembunyikannya.
Pengubahan data oleh pihak yang tidak berhak (spoofing), Virus yang dapat juga merubah data.
Peniadaan layanan (denial of service Dos, distributed denial of service Ddos), atau menghambat layanan (respon server menjadi lambat), malware, worm dan lain-lain.



5.      Jelaskan apa fungsi security awareness dan berikan contoh security awareness ?

Jawab :

Security awareness atau kesadaran akan keamanan adalah pengetahuan dan sikap dari setiap orang dalam organisasi terhadap kepedulian keamanan aset informasi dan data dari organisasi tersebut. Menjadi sadar terhadap keamanan sistem berarti memahami bahwa ada potensi bagi ancaman yang sengaja atau tanpa sengaja mencuri, melakukan pengrusakan, atau penyalahgunaan data yang disimpan dalam sistem komputer perusahaan dan seluruh organisasi. Oleh karena itu, maka akan lebih bijaksana untuk mendukung aset lembaga (informasi, fisik, dan pribadi) dengan mencoba untuk menghentikan hal itu terjadi.
Contoh security awareness :
a.       Data dan informasi dalam media yang sudah tidak digunakan lagi misalnya dalam harddisk komputer yang rusak hendaknya dihancurkan, agar tidak dapat dibaca oleh orang yang tidak berhak.
b.      Kebijakan terhadap password dan penggunaan otentikasi dua faktor.
c.       Masing-masing pengguna dibiasakan untuk selalu logout dari aplikasi dan tidak meninggalkan dalam keadaan masih login.
d.      Menyimpan username dan kata sandi untuk login ke berbagai aplikasi dengan baik dantidak memberikan informasi tersebut kepada orang lain.

6.      Jika kita ingin mengimplementasi kontrol akses Biometrics, sebaiknya kita perhatikan False Rejection Rate dan False Acceptance Rate . Jelaskan apa arti kedua istilah ini. ?

Jawab :

a.       False Rejection Rate (FRR) adalah suatu kondisi untuk ukuran/tingkatan dimana data yang diinput oleh user ditolak oleh mesin kontrol akses biometrik sedangkan data yang dimasukkan adalah data yang benar. Sistem mungkin menolak subjek yang memiliki otoritas. Diakibatkan karena rendahnya pengaturan untuk FRR.
b.      False Acceptance Rate (FAR) adalah suatu kondisi untuk ukuran/tingkatan dimana data yang diinput oleh user diterima oleh mesin kontrol akses biometrik sedangkan data yang dimasukkan adalah data yang salah. Sistem mungkin menerima subjek yang tidak memiliki otoritas. Diakibatkan karena rendahnya pengaturan FAR.
Permasalahan pada biometrik adalah ketika sensitifitas sistem biometric diatur untuk menurunkan FRR, maka FAR meningkat. Begitu juga berlaku sebaliknya. Posisi pengaturanyang terbaik adalah bila nilai FRR dan FAR seimbang.

7.      Jelaskan kenapa perusahaan atau organisasi perlu membuat data classification policy ?

Jawab :

Data classification adalah kategorisasi atau klasifikasi data untuk penggunaan yang paling efektif dan efisien. Dalam pendekatan dasar untuk penyimpanan data komputer, data dapat diklasifikasikan menurut nilai kritis dan kepentingannya atau seberapa sering perlu diakses.Jenis klasifikasi cenderung untuk mengoptimalkan penggunaan penyimpanan data untuk beberapa tujuan: teknis, administratif, hukum, dan ekonomi. Dengan klasifikasi data yang ada pada setiap perusahaan atau organisasi dimana memiliki dokumen-dokumen rahasia, baik itu dokumen keuangan, rancangan atau dokumen yang memiliki hak paten sendiri, maka akan sangat membantu dalam mengidentifikasi informasidan data yang sensitif dan penting serta menunjukkan komitmen terhadap keamanan informasi.
Dengan demikian dibutuhkan sebuah keamanan untuk mengelola dokumen tersebut agar tetapaman, sehingga data classification policy sangat berguna untuk melindungi dokumen-dokumen tersebut dari suatu kebijakan pengamanan data di dalamnya, hak penciptaan hingga dapat mengontrol keabsahan dokumen-dokumen yang ada, dan juga untuk menjaga dokumen dari aktifitas di luar perusahaan yang menyalahgunakan dokumen atau memalsukannya. Juga dengan menerapkan data classification policy akan mendukung terwujudnya CIA (Confidentiality, Integrity, Availability) serta sebagai salah satu alasan untuk peraturan hukum.

8.      Jelaskan apa yang dimaksud dengan segregation of dutie, least privilege dan singlesign on ?

Jawab :

a.       Segregation of duties adalah suatu kegiatan pemisahan tugas yang dilakukan agar tidak terjadinya penunpukan tugas dan tidak terjadinya antrian yang berarti, hal ini di lakukan untuk menghindari terjadinya sebuah proses yg dapat menghentikan sebuah kegiatan atau tugas yg berjalan yang di akibatkan tingginya frekuensi tugas yg harus di selesaikan sedangakan sistem tidak mampu untuk menyelesaikan tugas-tugas dengan cepat.
b.      Least privilege adalah prinsip yang menyatakan bahwa setiap proses dan user/pengguna suatu sistem komputer harus beroperasi pada level/tingkatan terendah yang diperlukan untuk menyelesaikan tugasnya. Dengan kata lain setiap proses dan user hanya memiliki hak akses yang memang benar-benar dibutuhkan. Hak akses harus secara eksplisit diminta, ketimbang secara default diberikan.Tindakan seperti ini dilakukan untuk mengantisipasi kerusakan yang dapat ditimbulkan oleh suatu penyerangan.
c.       Single sign on adalah sebuah sistem authentifikasi terhadap user dengan sekali login akan bias mengakses beberapa aplikasi tanpa harus login di masing-masing aplikasi.
Memiliki 2 bagian yaitu Single Sign On (login satu aplikasi, maka aplikasi lain yang didefinisikan ikut dalam SSO otomatis akan bisa diakses) dan Single Sign Out (log out di satu aplikasi, maka semua aplikasi yang didefinisikan ikut dalam SSO akan ikut logout secaraotomatis).

9.      Jelaskan langkah-langkah dalam melakukan analisa kebutuhan keamanan ( security requirement analysis ) dengan menggunakan metode SQUARE. ?

Jawab :

Metodologi SQUARE (System Quality Requirements Engineering) adalah sembilan langkah proses yang dikembangkan untuk membantu organisasi atau lembaga menjamin keamanandan keberlangsungan sistem dan aplikasi berbasis Teknologi Informasi dalam sebuah Sistem Manajemen Aset. Proses ini meliputi proses mengidentifikasi dan menilai serta teknik untuk melakukan identifikasi kebutuhan, analisis, spesifikasi, dan manajemen. Metodologi SQUARE juga berfokus pada isu-isu manajemen yang terkait dengan perkembangan keamanan dan persyaratan privasi sistem TI yang baik.
Step 1: Definitions
Mendeskripsikan perangkat lunak yang dibangun dan mendefinisikan istilah-istilah keamanan informasi untuk sistem yang akan dianalisis yang disepakati di dalam organisasi.
Step 2: Safety and Security Goals
Menganalisis tujuan dan persyaratan keamanan sistem yang diperlukan oleh organisasi untuk memastikan keamanan secara keseluruhan sistem dan ketersediaan (availability) setiap saat.
Step 3: System Architecture
Menjelaskan arsitektur aplikasi yang dibangun. Arsitekturnya dapat berupa arsitektur aplikasi, data dan jaringan.
Step 4: Use Case
Menggambarkan diagram Use Case aplikasi menggunakan UML dan menjelaskannya dalam tabel use case untuk masing-masing kasus penggunaan. Use Case memberikan garis besar fungsi sistem dari perspektif pengguna, dengan klasifikasi hak istimewa tingkat pengguna dengan Access Control List (ACL). Penggambaran untuk use case meliputi:
a.              pengguna yang berinteraksi dengan sistem, digambarkan sebagai seorang actor.
b.             deskripsi tujuan yang akan dicapai melalui kasus penggunaan.
c.              asumsi yang  harus dipenuhi untuk kasus penggunaan akan selesai dengan sukses.
d.             daftar langkah-langkah yang sebenarnya antara aktor dan system.
e.              variasi atau alternatif cara untuk mencapai tujuan.
f.              non-fungsional bahwa use case harus memenuhi, seperti kinerja atau keandalan.
Step 5: Misuse Case
Mengidentifikasi kemungkinanan ancaman dan kasus potensi penyalahgunaan aplikasi yang disepakati dalam organisasi. Tujuannya adalah untuk mengetahui kerentanan dalam aplikasi yang ada dan memberikan rekomendasi arsitektur dan kebijakan dalam mengurangi kerentanan untuk mengamankan komponen kritis Sistem Manajemen Aset. Digambarkan dalam bentuk diagram misuse case.
Step 6: Attack Tree
Attack tree adalah pendekatan formal untuk memeriksa kasus penyalahgunaan dan untuk memverifikasi bahwa rekomendasi arsitektur misuse case atau kasus penyalahgunaan dan kebijakan yang diambil cukup dapat mengatasi semua potensi kerentanan yang dapat menyebabkan terjadinya penyalahgunaan. Attack tree merupakan representasi hirarkis, banyak jenis pelanggaran keamanan yang didasarkan kepada misuse case. Setiap skenario di attack tree diperiksa secara rinci untuk melihat apakah ada sekumpulan rekomendasi yang cukup dapat mengurangi risikonya. Jika ada skenario yang saat ini tidak tercakup, tambahan arsitektur dan/atau rekomendasi kebijakan perlu dipertimbangkan dan ditambahkan ke daftar rekomendasi. Dengan kata lain,attack tree adalah visualisasi rinci misuse case dan elemen penting dari validasi untuk arsitektur dan rekomendasi kebijakan dari misuse case.
Step 7: Prioritization
Tahap metodologi SQUARE difokuskan pada prioritas persyaratan keselamatan dan keamanan. Untuk memprioritaskan persyaratan keselamatan dan keamanan digunakan misuse case dan kategorinya untuk menentukan misuse casemana yang paling penting untuk menjamin survivabilitas dari Sistem Manajemen Aset. Dengan mengevaluasi setiap misusecase atau kasus penyalahgunaan dan atributnya, akan mampu membuat daftar prioritas kerentanan dan penyalahgunaan yang merugikan Sistem Manajemen Aset.
Step 8: Categorizing and Detailing Recommendation
Membuat daftar kategori dan memberikan rekomendasi detail terhadap arsitektur dan kebijakan persyaratan penerapan keamanan system. Semua solusi teknis yang ada kemudian diteliti berdasarkan pada tingkatan prioritas misuse case, yang akan menyediakan semua yang diperlukan, mula darii langkah demi langkah keamanan dan teknis dalam rangka implementasi pada komponen inti dari Sistem Manajemen Aset.
Step 9: Budgeting and Analisis
Dalam situasi ideal, semua misuse case atau kasus penyalahgunaan yang diprioritaskan (tinggi, menengah dan rendah) akan diatasi dan diselesaikan untuk melindungi Sistem Manajemen Aset. Namun, karena keterbatasan jumlah sumber daya yang tersedia, hanya bagian tertentu dari misuse case dan secara inheren, arsitektur dan kebijakan rekomendasi harus dipilih.Untuk mengoptimalkan bagian ini, model matematika dirumuskan untuk memecahkan kombinasi terbaik dari misuse case. Hasilnya dalam tabel yang mereferensikan use case mana yang harus ditangani berdasarkan anggaran yang tersedia.

10.   Jelaskan pengertian tentang cryptografi ?

Jawab :

Kriptografi adalah suatu ilmu yang mempelajari bagaimana cara menjaga agar data atau pesan tetap aman saat dikirimkan, dari pengirim ke penerima tanpa mengalami gangguan dari pihak ketiga. Menurut Bruce Scheiner dalam bukunya "Applied Cryptography", kriptografi adalah ilmu pengetahuan dan seni menjaga message-message agar tetap aman (secure).
Kriptografi adalah cabang dari ilmu matematika yang memiliki banyak fungsi dalam pengamanan data. Kriptografi adalah proses mengambil pesan/message dan menggunakan beberapa fungsi untuk menggenerasi materi kriptografis (sebuah digest atau
message terenkripsi).

Kriptografi, secara umum adalah ilmu dan seni untuk menjaga kerahasiaan berita [bruce Schneier - Applied Cryptography]. Selain pengertian tersebut terdapat pula pengertian ilmu yang mempelajari teknik-teknik matematika yang berhubungan dengan aspek keamanan informasi seperti kerahasiaan data, keabsahan data, integritas data, serta autentikasi data [A. Menezes, P. van Oorschot and S. Vanstone - Handbook of Applied Cryptography]. Tidak semua aspek keamanan informasi ditangani oleh kriptografi.

Semoga bermanfaat, Terimakasih


=====BONUS =====